Tedunan, Wedung - Masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan kebiasaan hidup sehat yang akan memengaruhi kualitas kesehatan di masa depan. Sebagai bentuk dukungan dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat, mahasiswa KKN-PPM UGM 2026 Sub Unit Desa Tedunan kembali melaksanakan program Pencegahan Anemia dan Self Management Kesehatan Reproduksi Remaja. Program ini merupakan keberlanjutan dari program kerja tahun sebelumnya yang berfokus pada memperkuat pemahaman remaja mengenai pencegahan anemia serta pentingnya pengelolaan kesehatan reproduksi secara mandiri.
Masih tingginya risiko anemia pada remaja, khususnya remaja putri menjadi dasar keberlanjutan program kerja yang diinisiasi oleh Hasna ‘Iffat Hanifa (Hasna) dari program studi Manajemen Informasi Kesehatan. Melalui program ini, Hasna bersama tim mahasiswa KKN-PPM UGM tidak hanya berupaya memberikan edukasi, tetapi juga mendorong terbentuknya perilaku hidup sehat yang dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh remaja dalam kehidupan sehari-hari. Program ini mengusung pendekatan promotif dan preventif, serta diharapkan mampu meningkatkan kesadaran remaja akan pentingnya pencegahan anemia serta pengelolaan kesehatan reproduksi.
Program kerja yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 25 Juli 2026 ini menyasar remaja putri MTs Irsyaduth Thullab dalam kegiatan Posyandu Remaja di Desa Tedunan. Edukasi disampaikan menggunakan pendekatan yang interaktif dan komunikatif sehingga remaja dapat memahami materi dengan lebih mudah serta aktif berpartisipasi selama kegiatan berlangsung. Materi yang diberikan meliputi pengenalan anemia, penyebab, gejala, dampak, serta langkah-langkah pencegahannya melalui penerapan pola makan bergizi seimbang, konsumsi makanan kaya zat besi, dan pentingnya mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin bagi remaja putri. Selain itu, remaja juga mendapatkan edukasi mengenai self management kesehatan reproduksi remaja, yang membahas cara menjaga kebersihan organ reproduksi, memahami perubahan fisik dan emosional selama masa pubertas, serta membangun kebiasaan positif untuk menjaga kesehatan reproduksi sejak dini.
Kegiatan dikemas dalam bentuk penyuluhan yang didukung dengan pembagian leaflet sebagai media edukasi, pelaksanaan pre-test dan post-test guna mengukur peningkatan pengetahuan remaja, pembagian Reproductive-Nutrition Toolkit sebagai sarana pencatatan siklus menstruasi, konsumsi TTD, gejala anemia, dan asupan gizi harian bagi remaja serta sesi kuis. Rangkaian kegiatan tersebut dirancang agar remaja lebih mudah memahami materi dan mampu menerapkan pemantauan kondisi kesehatannya secara mandiri. Antusiasme remaja terlihat dari keterlibatan selama kegiatan berlangsung, mulai dari pengisian pre-test hingga pemanfaatan toolkit serta kuis.
Melalui pelaksanaan program lanjutan ini, mahasiswa KKN-PPM UGM berharap edukasi yang telah diberikan tidak hanya berhenti pada saat kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat diterapkan secara nyata oleh remaja. Dengan meningkatnya kesadaran mengenai pencegahan anemia dan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, diharapkan remaja mampu menjadi agen perubahan yang mengajak teman sebaya maupun keluarga untuk menerapkan gaya hidup sehat.
Program Pencegahan Anemia dan Self Management Kesehatan Reproduksi Remaja menjadi salah satu wujud nyata pengabdian mahasiswa dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat, program ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang serta berkontribusi dalam menciptakan generasi muda yang lebih sehat, tangguh, dan siap menyongsong masa depan.