You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Tedunan
Logo Desa Tedunan
Desa Tedunan

Kec. Wedung, Kab. Demak, Provinsi Jawa Tengah

Maju, Mandiri, Sehat dan Sejahtera -- selengkapnya... Pemerintah Desa Tedunan Kecamatan Wedung Kabupaten Demak

Mahasiswa KKN-T 88 UNDIP Dorong Diversifikasi Produk Olahan Jahe melalui Inovasi Cookies Jahe sebagai Peluang Usaha Baru di Desa Tedunan

M. Aufal Misyaq 08 Agustus 2026 Dibaca 6 Kali
Mahasiswa KKN-T 88 UNDIP Dorong Diversifikasi Produk Olahan Jahe melalui Inovasi Cookies Jahe sebagai Peluang Usaha Baru di Desa Tedunan

Tedunan, Wedung, Demak – Tim KKN-T 88 Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan sosialisasi dan praktik pengembangan produk olahan jahe sebagai bagian dari program kerja Multidisiplin 2 di Desa Tedunan, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak. Kegiatan ini dilaksanakan pada 8 Agustus 2026 dengan sasaran masyarakat RT 1 RW 2 Desa Tedunan. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai peluang pengembangan cookies jahe sebagai produk olahan turunan dari sari bubuk jahe, kemudian dilanjutkan dengan praktik pengolahan produk.

Kegiatan ini didasarkan dari adanya usaha sari bubuk jahe yang telah dikembangkan di Desa Tedunan. Pemanfaatan produk jahe tersebut kemudian dikembangkan lebih lanjut melalui ide diversifikasi produk menjadi cookies jahe. Melalui pengembangan ini, masyarakat tidak hanya memiliki pilihan untuk memasarkan produk dalam bentuk bubuk, tetapi juga memperoleh alternatif produk olahan yang dapat memberikan nilai tambah dan membuka peluang pasar yang lebih beragam.

Materi mengenai pengembangan usaha disampaikan oleh Siti Herinda Deska Aprikania (Ekonomi). Materi mencakup cara sederhana menghitung biaya produksi, Harga Pokok Produksi (HPP), menentukan harga jual, memperkirakan keuntungan, serta strategi pemasaran produk. Penyampaian materi dilakukan dengan menggunakan contoh perhitungan yang disesuaikan dengan proses pembuatan cookies jahe agar lebih mudah dipahami dan dapat menjadi dasar bagi masyarakat dalam memperkirakan kelayakan usaha.

Selanjutnya, Fusita Puspito Asri (Teknologi Pangan) memberikan pendampingan dalam praktik pengolahan cookies jahe. Kegiatan dilakukan secara langsung agar masyarakat dapat memahami tahapan pengolahan produk, mulai dari persiapan bahan hingga proses pembuatan cookies. Praktik ini juga menjadi bentuk penerapan dari ide pengembangan produk yang sebelumnya telah disampaikan melalui sosialisasi.

Sementara itu, Yosefa Gita Prasetya Andari (Farmasi) turut memberikan pendampingan dalam kegiatan pengolahan dengan memperkenalkan aspek yang berkaitan dengan pemanfaatan jahe sebagai bahan dalam produk olahan. Pendampingan dilakukan bersama tim untuk mendukung proses pengembangan cookies jahe sebagai produk yang dapat dikembangkan oleh masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh pengalaman dalam membuat produk olahan jahe, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai aspek ekonomi yang perlu diperhatikan sebelum produk dikembangkan sebagai usaha. Cookies jahe diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif produk turunan yang memberikan nilai tambah, memperluas variasi produk, serta membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi masyarakat Desa Tedunan.

Penulis: Tim KKN Tematik 88 UNDIP
Editor: Tim KKN Tematik 88 UNDIP

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBD 2026 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 382.156.134,00 Rp 2.125.514.737,00
17.98%
Belanja
Rp 241.996.320,00 Rp 2.132.163.468,00
11.35%
Pembiayaan
Rp 194.498.731,00 Rp 6.648.731,00
2925.35%

APBD 2026 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp 3.066.934,00 Rp 19.350.000,00
15.85%
Hasil Aset Desa
Rp 0,00 Rp 252.000.000,00
0%
Dana Desa
Rp 224.073.600,00 Rp 373.456.000,00
60%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 0,00 Rp 95.646.737,00
0%
Alokasi Dana Desa
Rp 142.698.600,00 Rp 335.182.000,00
42.57%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp 0,00 Rp 70.500.000,00
0%
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota
Rp 12.317.000,00 Rp 978.180.000,00
1.26%
Bunga Bank
Rp 0,00 Rp 1.200.000,00
0%

APBD 2026 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp 188.796.320,00 Rp 602.009.708,00
31.36%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp 28.000.000,00 Rp 1.271.956.000,00
2.2%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa
Rp 4.400.000,00 Rp 125.800.000,00
3.5%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa
Rp 10.000.000,00 Rp 98.700.000,00
10.13%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp 10.800.000,00 Rp 33.697.760,00
32.05%