TEDUNAN, DEMAK – Mahasiswa KKN Tematik 88 Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan program Edukasi Analisis Potensi Keuntungan antara Sistem Borongan dan Usaha Tenun Mandiri bagi kelompok pengrajin tenun di Desa Tedunan, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak. Kegiatan dilaksanakan secara door to door dengan mengunjungi rumah para pengrajin pada 4–9 Agustus 2026..
Edukasi ini disampaikan oleh Dhea Dwi Wahyuni, mahasiswa Program Studi Akuntansi Perpajakan Universitas Diponegoro. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada pengrajin mengenai perbandingan keuntungan antara sistem borongan dan usaha tenun mandiri, terutama dalam menghitung biaya produksi, harga jual, dan keuntungan.
Pendekatan door to door dilakukan agar materi dapat disampaikan secara langsung dan menyesuaikan dengan kondisi usaha masing-masing pengrajin. Dalam kegiatan ini, mahasiswa berdiskusi dengan pengrajin mengenai sistem produksi dan pendapatan yang selama ini diperoleh.
Pengrajin diberikan contoh perhitungan sederhana untuk mengetahui perbedaan keuntungan dari sistem borongan dan usaha mandiri. Perhitungan tersebut mencakup biaya produksi, harga jual, serta keuntungan yang diperoleh dari hasil tenun. Dengan demikian, pengrajin dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai potensi keuntungan dari kedua sistem usaha tersebut.
Sebagai luaran program, disusun leaflet Edukasi Analisis Potensi Keuntungan Sistem Borongan dan Usaha Tenun Mandiri yang berisi informasi serta contoh perhitungan sederhana. Leaflet ini diharapkan dapat membantu pengrajin memahami dan menghitung potensi keuntungan usaha mereka.
Program ini diharapkan dapat membuat pengrajin tenun Desa Tedunan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai perhitungan keuntungan usaha. Pengetahuan tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi pengrajin dalam menentukan dan mengembangkan usaha sesuai dengan kondisi masing-masing.
Penulis: Dhea Dwi Wahyuni - KKN Tematik 88 Undip
Editor: Tim KKN Tematik 88 Undip