Tedunan, Wedung, Demak - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro, Yosefa Gita Presetya Andari, mahasiswa Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran, menggagas program sosialisasi dan edukasi mengenai pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) bagi warga RW 02 Desa Tedunan. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat tanaman herbal serta mendorong optimalisasi pekarangan rumah sebagai sumber obat alami yang mudah diakses.
Sosialisasi dan Penyerahan Bibit
Kegiatan sosialisasi dilaksanakan pada 8 Agustus 2026 bertempat di rumah Ibu Ketua PKK RW 02 Desa Tedunan. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memaparkan materi mengenai jenis-jenis tanaman TOGA, khasiatnya sebagai alternatif obat herbal untuk menjaga daya tahan tubuh, serta pentingnya memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menanam tumbuhan yang bermanfaat bagi kesehatan keluarga.
Sebagai tindak lanjut dari sosialisasi, pada 9 Agustus 2026 dilakukan penanaman langsung 25 bibit tanaman TOGA di pekarangan rumah warga. Bibit yang dibagikan terdiri dari lima jenis tanaman, yaitu jahe emprit, kunyit, serai, daun sirih, dan daun salam. Kelima tanaman tersebut dipilih karena mudah dibudidayakan, memiliki banyak manfaat kesehatan, serta umum digunakan dalam pengobatan tradisional maupun kebutuhan dapur sehari-hari.
Poster sebagai Media Edukasi Berkelanjutan
Selain penyerahan bibit, program ini juga dilengkapi dengan pembagian poster edukasi yang memuat informasi mengenai manfaat masing-masing tanaman TOGA beserta cara perawatannya. Poster ini dirancang agar dapat digunakan secara berulang oleh warga sebagai panduan sederhana dalam merawat tanaman di rumah, sehingga edukasi yang diberikan tidak berhenti pada saat kegiatan berlangsung, tetapi dapat terus dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Hasil dan Dampak Program
Program sosialisasi dan penanaman bibit TOGA ini terlaksana dengan baik dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Melalui kegiatan ini, warga RW 02 Desa Tedunan memperoleh pengetahuan baru mengenai pemanfaatan tanaman obat keluarga serta semakin tertarik untuk merawat dan mengembangkan tanaman tersebut di lingkungan rumah masing-masing. Program ini juga menjadi bentuk dukungan nyata agar masyarakat dapat mulai membudidayakan tanaman obat secara mandiri. Kegiatan ini berharap kepada warga RW 02 agar dapat melanjutkan penanaman dan perawatan bibit TOGA secara mandiri dengan berpedoman pada informasi yang tertera di poster di pekarangan rumah. Selain itu, masyarakat juga diharapkan mampu mengembangkan pemanfaatan tanaman TOGA yang telah ditanam, baik untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari, sebagai bahan dasar pengolahan produk herbal sederhana, ataupun menjadi petani budidaya tanaman TOGA. Sehingga manfaat program ini dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Tedunan.
Penulis: Yosefa Gita KKN Tematik 88 Undip
Editor: Tim KKN Tematik 88 Undip