Demak – Mahasiswa KKN Tematik 88 Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan program Sosialisasi Standard Operating Procedure (SOP) Kontrol Suhu, Udara, dan Kelembaban pada Gudang Penyimpanan Garam bagi masyarakat Desa Tedunan, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak. Kegiatan berlangsung pada Selasa, 11 Agustus 2026, bertempat di Gedung Pelatihan Balai Desa Tedunan.
Sosialisasi disampaikan oleh Syifaa' Meiliya Zaldy, mahasiswa KKN-T 88 Universitas Diponegoro dari Sekolah Vokasi Program Studi Manajemen dan Administrasi Logistik. Edukasi ini bertujuan mengurangi risiko penyusutan jumlah garam akibat kondisi gudang penyimpanan yang tidak terkontrol. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami dan langsung dapat diterapkan oleh petani garam.
Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka di Balai Desa agar peserta dapat berdiskusi langsung dan bertanya seputar kondisi gudang yang mereka kelola sehari-hari. Pendekatan ini membuat petani garam dapat membandingkan praktik penyimpanan yang selama ini dijalankan dengan standar yang ideal.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan konsep penyusutan garam akibat kelembaban tinggi dan sirkulasi udara yang buruk. Kelembaban yang tidak terkontrol membuat garam menyerap air sehingga bobot dan kualitasnya menurun.
Materi SOP mencakup tiga aspek utama. Aspek pertama adalah kontrol suhu gudang agar tetap stabil dan tidak memicu kondensasi. Aspek kedua adalah sirkulasi udara yang cukup untuk mencegah penumpukan uap air di dalam ruangan. Aspek ketiga adalah kontrol kelembaban melalui ventilasi yang memadai dan alas penyimpanan yang menjaga garam tidak bersentuhan langsung dengan lantai lembab.
Peserta juga diberikan langkah praktis penyimpanan garam. Langkah tersebut meliputi penataan tumpukan garam yang tidak terlalu rapat, pemeriksaan kondisi gudang secara berkala, serta penggunaan terpal atau penutup untuk melindungi garam dari kelembaban luar saat cuaca tidak menentu.
Kegiatan ini berhasil mengumpulkan dua kelompok Petani Garam Desa Tedunan. Sosialisasi berjalan dengan diskusi aktif antara mahasiswa dan peserta. Sebagai media edukasi, mahasiswa turut menyusun leaflet dan bahan presentasi (PPT) yang berisi informasi SOP kontrol suhu, udara, dan kelembaban gudang penyimpanan garam secara ringkas dan mudah diikuti.
Melalui kegiatan ini, KKN-T 88 Undip berupaya mendorong petani garam Desa Tedunan agar lebih memahami cara menjaga kualitas dan jumlah garam selama proses penyimpanan. Edukasi ini diharapkan tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi diterapkan secara konsisten pada gudang penyimpanan garam milik petani.
Pada akhirnya, penyusutan garam dapat ditekan melalui pengelolaan gudang yang tepat. Petani garam memegang peran utama dalam menjaga suhu, udara, dan kelembaban gudang tetap sesuai standar. Dengan penerapan SOP yang konsisten, Desa Tedunan diharapkan dapat menekan kerugian ekonomi akibat penyusutan garam dan meningkatkan nilai jual hasil produksi.
"Garam yang tersimpan dengan baik adalah garam yang terjaga nilainya. Kontrol suhu, udara, dan kelembaban yang tepat menjadi kunci mencegah kerugian petani garam."
Penulis: Syifaa' Meiliya Zaldy
Editor: Tim KKN-T 88 Universitas Diponegoro