Demak 11 Agustus 2026 – Dalam upaya meningkatkan kualitas dan produktivitas sektor perikanan darat serta darat-pesisir di Desa Tedunan, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Tim KKN Tematik 88 Universitas Diponegoro (Undip) meluncurkan program penunjang ekonomi lokal. Melalui Program Kerja Multidisiplin 2, Albyan Daniyansah bersama tim KKN-T 88 Undip merancang serta memproduksi prototype Rumah Prisma sebagai sarana penunjang dalam proses produksi garam mutiara bernilai tambah.
Inovasi yang digagas oleh Albyan ini hadir sebagai jawaban atas tantangan cuaca yang sering menghambat proses pengeringan dan kristalisasi garam tradisional. Dibuat dengan struktur rangka kokoh bertingkat yang dilapisi plastik transparan pembungkus suhu, Rumah Prisma berfungsi melindungi air tua (brine) dari curah hujan, debu, dan kontaminasi luar. Teknologi tepat guna ini bekerja meningkatkan efisiensi penguapan, menjaga tingkat kekentalan larutan, serta menghasilkan kristal garam mutiara yang lebih bersih dan berkualitas tinggi.
Proses kegiatan tidak hanya berhenti pada tahap pembuatan alat. Albyan Daniyansah memimpin secara langsung sesi penyuluhan dan pemaparan teknis mengenai mekanisme kerja Rumah Prisma di hadapan kelompok petani garam Desa Tedunan. Dalam pemaparannya, Albyan menjelaskan secara mendalam bagaimana pemanfaatan Rumah Prisma mampu mempercepat siklus panen serta menjamin stabilitas produksi meskipun kondisi cuaca tidak menentu.
Rangkaian program kerja ini diakhiri dengan prosesi penyerahan unit prototype Rumah Prisma secara simbolis kepada perwakilan kelompok petani garam Desa Tedunan. Penyerahan alat ini disambut hangat oleh para petani yang siap menguji coba dan mengimplementasikan teknologi tersebut pada tambak garam mereka. Melalui penyerahan inovasi ini, diharapkan petani garam Desa Tedunan dapat bertransformasi meningkatkan daya saing komoditas lokal serta memperkuat stabilitas ekonomi desa.
Penulis: Albyan Daniyansah Tim KKN Tematik 88 Undip
Editor: Tim KKN Tematik 88 Undip