Demak, 11 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 88 Universitas Diponegoro mengembangkan prototipe alat monitoring suhu dan kelembapan secara otomatis pada gudang penyimpanan garam sebagai salah satu upaya pemanfaatan teknologi sederhana untuk membantu masyarakat Desa Tedunan, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak.
Program kerja ini dilaksanakan dengan melihat kebutuhan masyarakat, khususnya dalam memantau kondisi lingkungan tempat penyimpanan garam. Suhu dan kelembapan menjadi salah satu kondisi lingkungan yang perlu diperhatikan selama proses penyimpanan. Melalui alat monitoring ini, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai kondisi suhu dan kelembapan di dalam gudang secara lebih mudah.
Pembuatan Prototipe Alat Monitoring
Prototipe alat dirancang menggunakan beberapa komponen utama, yaitu sensor DHT22, Arduino Nano, LCD I2C, dan buzzer. Sensor DHT22 digunakan untuk membaca suhu dan kelembapan udara, sedangkan Arduino Nano berfungsi sebagai bagian pengolah data dari sensor.
Hasil pembacaan kemudian ditampilkan melalui LCD I2C sehingga pengguna dapat melihat nilai suhu dan kelembapan secara langsung. Tampilan alat dirancang sederhana agar mudah dipahami oleh masyarakat.
Selain menampilkan hasil pengukuran, alat juga dilengkapi dengan buzzer sebagai indikator peringatan. Pada sistem yang dibuat, buzzer akan aktif ketika suhu mencapai 32°C atau lebih sebagai batas peringatan yang telah ditentukan dalam rancangan alat.
Pengujian dan Pengenalan Alat kepada Masyarakat
Setelah proses perakitan dan pemrograman selesai, dilakukan pengujian untuk memastikan sensor dapat membaca suhu dan kelembapan serta LCD dapat menampilkan hasil pengukuran. Pengujian juga dilakukan pada sistem buzzer untuk memastikan indikator peringatan dapat bekerja sesuai dengan rancangan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa juga memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai fungsi alat, cara membaca nilai suhu dan kelembapan pada LCD, serta cara menjaga alat agar dapat digunakan dengan baik. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa teknologi sederhana dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam kegiatan sehari-hari, khususnya untuk membantu memantau kondisi lingkungan gudang penyimpanan garam.
Teknologi Sederhana untuk Mendukung Masyarakat
Prototipe yang dikembangkan tidak menggunakan sistem Internet of Things (IoT) sehingga tidak membutuhkan koneksi internet dalam penggunaannya. Pendekatan tersebut dipilih agar alat lebih sederhana dan sesuai dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat.
Melalui program kerja ini, mahasiswa tidak hanya menerapkan pengetahuan di bidang elektronika dan pemrograman, tetapi juga berupaya menghasilkan teknologi yang dapat dipahami dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Ke depannya, alat monitoring ini masih dapat dikembangkan, misalnya dengan menambahkan sistem pencatatan data, meningkatkan kestabilan pembacaan sensor, atau menambahkan fitur lainnya sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Program kerja pembuatan prototipe alat monitoring suhu dan kelembapan ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah awal dalam memperkenalkan pemanfaatan teknologi sederhana di Desa Tedunan. Dengan adanya kolaborasi antara mahasiswa KKN-T, pemerintah desa, dan masyarakat, teknologi yang telah diperkenalkan diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Penulis: Najma Tsaqiba Adkhola – Tim KKN-T 88 UNDIP 2026
Editor: Tim KKN-T 88 UNDIP 2026