TEDUNAN, DEMAK – Sebagai desa pesisir dengan aktivitas produksi garam, kebersihan selama proses produksi menjadi salah satu aspek penting untuk menjaga keamanan dan mutu produk. Untuk mendukung hal tersebut, mahasiswa KKN Tematik Tim 88 Universitas Diponegoro melaksanakan sosialisasi dan pendampingan Good Hygiene Practices (GHP) kepada kelompok petani garam Desa Tedunan pada Selasa, 11 Agustus 2026. Dalam kegiatan tersebut, Muhammad Shahzada Faizullah, mahasiswa Program Studi Oseanografi Universitas Diponegoro, memberikan edukasi mengenai penerapan GHP secara sederhana dan aplikatif agar dapat diterapkan dalam kegiatan produksi sehari-hari.
Materi mencakup kebersihan personal, area produksi, peralatan, serta penanganan dan penyimpanan garam. Petani juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan untuk mengurangi risiko kontaminasi dan mempertahankan kualitas produk. Sebagai penunjang penerapan GHP, mahasiswa KKN-T 88 UNDIP juga memberikan perlengkapan pendukung, salah satunya lakban butyl yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung perawatan dan penanganan bagian tertentu pada sarana produksi. Pemberian perlengkapan ini diharapkan membantu petani menerapkan prinsip kebersihan dan keamanan secara langsung di area produksi.
Pelaksanaan kegiatan menyesuaikan dengan aktivitas produksi petani garam yang cukup padat. Selain itu, beberapa praktik kebersihan masih memerlukan pembiasaan karena belum diterapkan secara konsisten. Karena itu, materi disampaikan secara praktis dan disesuaikan dengan kondisi produksi di lapangan. Melalui program ini, petani garam diharapkan dapat menerapkan GHP secara konsisten dan menjadikannya sebagai bagian dari kebiasaan produksi. Perlengkapan yang telah diberikan juga diharapkan dapat terus dimanfaatkan untuk menunjang kebersihan, keamanan, dan mutu produksi garam Desa Tedunan.
Penulis: Muhammad Shahzada Faizullah
Editor: Tim KKN Tematik 88 UNDIP