You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Tedunan
Logo Desa Tedunan
Desa Tedunan

Kec. Wedung, Kab. Demak, Provinsi Jawa Tengah

Maju, Mandiri, Sehat dan Sejahtera -- selengkapnya... Pemerintah Desa Tedunan Kecamatan Wedung Kabupaten Demak

Mahasiswa KKN Tim 88 Universitas Diponegoro Kembangkan Website Edukasi untuk Kenalkan Potensi Garam Tedunan

M. Aufal Misyaq 11 Agustus 2026 Dibaca 3 Kali
Mahasiswa KKN Tim 88 Universitas Diponegoro Kembangkan Website Edukasi untuk Kenalkan Potensi Garam Tedunan

Demak, 11 Agustus 2026 —Potensi garam sebagai salah satu sumber daya lokal masyarakat pesisir Desa Tedunan, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, terus didorong untuk dapat dikenal dan dikembangkan secara lebih luas. Melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Universitas Diponegoro mengembangkan sebuah website profil dan edukasi yang secara khusus mengangkat potensi Garam Tedunan.

Kegiatan pengembangan dan sosialisasi website tersebut dilaksanakan pada 11 Agustus 2026 bertempat di Balai Desa Desa Tedunan  dan melibatkan masyarakat Desa Tedunan, khususnya para produsen atau petani garam. Program ini diinisiasi oleh Muhammad Yoga Aminudin, mahasiswa Fakultas Sains dan Matematika Program Studi Informatika, sebagai bentuk pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengenalan dan pengembangan potensi lokal desa.

Website yang dikembangkan tidak hanya berfungsi sebagai media profil, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai garam dan berbagai peluang pengembangannya. Di dalam website tersedia informasi mengenai Desa Tedunan, pengenalan Garam Tedunan, proses pembuatan garam mulai dari air laut, penguapan, kristalisasi, hingga proses panen, serta informasi mengenai berbagai produk turunan garam.

Tidak Hanya Garam sebagai Produk Utama

Pengembangan website ini dilatarbelakangi oleh adanya potensi garam yang dapat dikembangkan lebih jauh. Selama ini, garam umumnya dikenal dan dimanfaatkan sebagai produk utama hasil tambak. Padahal, terdapat berbagai peluang untuk mengolah dan mengembangkan garam maupun hasil samping produksinya menjadi produk dengan nilai tambah.

Melalui website tersebut, masyarakat, khususnya petani garam, diperkenalkan dengan beberapa alternatif pengembangan produk seperti Tahu Air Nigarin, Rumah Prisma atau Garam Mutiara, Garam Krosok Vanilla, serta Salt Scrub.

Informasi tersebut diharapkan dapat membuka wawasan masyarakat mengenai berbagai kemungkinan pemanfaatan garam sehingga potensi yang dimiliki tidak hanya berhenti pada produksi dan penjualan garam sebagai produk utama, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah.

Sebagai bagian dari pelaksanaan program, website Garam Tedunan tidak hanya dikembangkan sebagai media digital, tetapi juga diperkenalkan dan disosialisasikan secara langsung kepada masyarakat, khususnya produsen atau petani garam di Desa Tedunan.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan tujuan dan manfaat website serta menjelaskan berbagai informasi yang tersedia di dalamnya. Masyarakat diperkenalkan pada halaman profil Garam Tedunan, informasi mengenai proses pembuatan garam, hingga berbagai alternatif pengembangan produk turunan.

Sosialisasi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai leaflet, booklet, dan infografis digital yang tersedia di dalam website. Materi tersebut dapat dibuka dan diunduh sehingga masyarakat dapat menggunakannya sebagai bahan referensi setelah kegiatan sosialisasi selesai.

Melalui kegiatan ini, produsen garam diharapkan tidak hanya mengetahui keberadaan website, tetapi juga dapat memanfaatkannya sebagai media informasi dan sumber edukasi mengenai pengembangan potensi garam. Pengenalan berbagai produk turunan diharapkan dapat membuka wawasan masyarakat mengenai peluang meningkatkan nilai tambah hasil produksi garam yang selama ini lebih banyak dipasarkan sebagai produk utama.

Selain menyajikan informasi dalam bentuk artikel dan visual, website Garam Tedunan juga menyediakan berbagai materi edukasi yang dikemas dalam bentuk leaflet, poster, dan booklet digital yang dapat dibaca maupun diunduh.

Beberapa materi yang tersedia antara lain Leaflet Pembuatan Rumah Prisma, Leaflet Pertolongan Pertama, Poster SOP Gudang Garam, Leaflet Pembuatan Tahu Menggunakan Air Tua, serta Booklet Pembuatan Garam Krosok Vanilla.

Ketersediaan materi tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat memperoleh referensi mengenai proses produksi, pengelolaan garam, keselamatan kerja, hingga pengembangan produk turunan. Dengan demikian, website tidak hanya menjadi media pengenalan potensi desa, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi dan pembelajaran bagi masyarakat.

Untuk memperkuat informasi yang disampaikan, website juga dilengkapi dengan galeri dokumentasi yang menampilkan berbagai aktivitas dan kondisi yang berkaitan dengan Garam Tedunan. Dokumentasi visual tersebut menjadi bagian penting dalam memperkenalkan potensi garam dan lingkungan Desa Tedunan kepada masyarakat yang lebih luas.

Website Garam Tedunan saat ini masih dikembangkan dalam bentuk website statis dan telah di-deploy menggunakan platform Vercel. Masyarakat dapat mengakses website tersebut secara daring melalui https://garam-tedunan-kkn88.vercel.app/.

Pengembangan website Garam Tedunan menjadi salah satu bentuk pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung digitalisasi potensi lokal Desa Tedunan. Melalui media digital, informasi mengenai potensi garam yang sebelumnya belum terdokumentasi secara terintegrasi dapat dikumpulkan dan diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas.

Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun dokumentasi digital mengenai Garam Tedunan sekaligus mendorong masyarakat untuk melihat potensi garam dari perspektif yang lebih luas, tidak hanya sebagai komoditas hasil tambak, tetapi juga sebagai sumber peluang inovasi dan pengembangan produk.

Dengan adanya website dan sosialisasi secara langsung kepada produsen garam, potensi Garam Tedunan diharapkan dapat semakin dikenal, terdokumentasi, dan dikembangkan sebagai salah satu potensi lokal Desa Tedunan yang memiliki peluang untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Penulis: Muhammad Yoga Aminudin - Tim KKN Tematik 88 Undip

Editor: Tim KKN Tematik 88 Undip

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBD 2026 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 382.156.134,00 Rp 2.125.514.737,00
17.98%
Belanja
Rp 241.996.320,00 Rp 2.132.163.468,00
11.35%
Pembiayaan
Rp 194.498.731,00 Rp 6.648.731,00
2925.35%

APBD 2026 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp 3.066.934,00 Rp 19.350.000,00
15.85%
Hasil Aset Desa
Rp 0,00 Rp 252.000.000,00
0%
Dana Desa
Rp 224.073.600,00 Rp 373.456.000,00
60%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 0,00 Rp 95.646.737,00
0%
Alokasi Dana Desa
Rp 142.698.600,00 Rp 335.182.000,00
42.57%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp 0,00 Rp 70.500.000,00
0%
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota
Rp 12.317.000,00 Rp 978.180.000,00
1.26%
Bunga Bank
Rp 0,00 Rp 1.200.000,00
0%

APBD 2026 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp 188.796.320,00 Rp 602.009.708,00
31.36%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp 28.000.000,00 Rp 1.271.956.000,00
2.2%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa
Rp 4.400.000,00 Rp 125.800.000,00
3.5%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa
Rp 10.000.000,00 Rp 98.700.000,00
10.13%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp 10.800.000,00 Rp 33.697.760,00
32.05%