You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Tedunan
Logo Desa Tedunan
Desa Tedunan

Kec. Wedung, Kab. Demak, Provinsi Jawa Tengah

Maju, Mandiri, Sehat dan Sejahtera -- selengkapnya... Pemerintah Desa Tedunan Kecamatan Wedung Kabupaten Demak

Mahasiswa KKNT-88 UNDIP Melakukan Identifikasi UMKM Potensial sebagai Dasar Pengembangan Unit Usaha BUMDes Desa Tedunan

M. Aufal Misyaq 18 Agustus 2026 Dibaca 11 Kali
Mahasiswa KKNT-88 UNDIP Melakukan Identifikasi UMKM Potensial sebagai Dasar Pengembangan Unit Usaha BUMDes Desa Tedunan

Tedunan, Wedung, Demak, 18 Agustus 2026 - Sebagai upaya mendukung penguatan perekonomian dan pemanfaatan potensi lokal Desa Tedunan, mahasiswa KKN Tematik Universitas Diponegoro melaksanakan program analisis UMKM yang berpotensi untuk dikembangkan dan dikelola oleh BUMDes Desa Tedunan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 18 Agustus 2026 dan dikerjakan secara kolaboratif oleh lima mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis, FISIP Universitas Diponegoro.

Program ini dilatarbelakangi oleh adanya berbagai UMKM di Desa Tedunan yang memiliki potensi untuk dikembangkan, namun belum seluruhnya memiliki pengelolaan usaha dan strategi pengembangan yang terstruktur. Oleh karena itu, diperlukan kajian yang dapat memberikan gambaran mengenai kondisi masing-masing UMKM sekaligus membantu mengidentifikasi usaha yang memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bagian dari unit usaha BUMDes.

Dalam pelaksanaannya, kelima mahasiswa melakukan analisis dari beberapa perspektif yang saling melengkapi. Sheyra Ayu Fadhiska melakukan analisis menggunakan Business Model Canvas (BMC) untuk memetakan model bisnis UMKM, mulai dari segmen pelanggan, nilai produk, saluran pemasaran, sumber pendapatan, hingga struktur biaya. Anna Mariana Anastasya Putri melakukan kajian lingkungan eksternal menggunakan EFE Matrix untuk mengidentifikasi peluang dan ancaman yang dapat memengaruhi perkembangan UMKM.

Selanjutnya, Balqis Tryajeng Cantika melakukan kajian kapabilitas internal untuk melihat kekuatan, kelemahan, serta kesiapan UMKM dalam mendukung pengembangan unit usaha BUMDes. Mohammad Farrel melakukan analisis TOWS sebagai dasar penyusunan alternatif strategi pengembangan berdasarkan kondisi internal dan eksternal yang ditemukan. Sementara itu, Mochamad Fadli Riyana Zulfikar melakukan evaluasi kelayakan UMKM potensial melalui analisis SWOT untuk melihat posisi usaha dan merumuskan rekomendasi pengembangan yang sesuai.

Seluruh hasil analisis tersebut kemudian dirangkum dalam bentuk booklet hasil analisis UMKM potensial Desa Tedunan. Booklet ini menyajikan informasi mengenai kondisi usaha, potensi, peluang, tantangan, serta rekomendasi pengembangan UMKM sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh bagi BUMDes dalam menentukan usaha yang berpotensi untuk dikembangkan.

Setelah penyusunan selesai, booklet hasil analisis diserahkan kepada pengurus BUMDes Desa Tedunan, yaitu Bapak Minan, sebagai bahan referensi dalam mempertimbangkan pengembangan unit usaha BUMDes. Hasil analisis ini diharapkan dapat membantu BUMDes dalam menentukan prioritas UMKM secara lebih terarah dengan mempertimbangkan kondisi nyata, potensi lokal, serta peluang pengembangan usaha di Desa Tedunan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berkontribusi dalam melakukan pemetaan potensi UMKM, tetapi juga menghasilkan luaran yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat desa. Booklet analisis UMKM diharapkan dapat menjadi salah satu referensi awal bagi BUMDes dalam menyusun strategi pengembangan usaha, membangun kerja sama dengan UMKM lokal, serta mendorong pemanfaatan potensi ekonomi Desa Tedunan secara berkelanjutan.

 

Penulis: TIM KKN-T 88 UNIVERSITAS DIPONEGORO

Editor: TIM KKN-T 88 UNIVERSITAS DIPONEGORO

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBD 2026 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 382.156.134,00 Rp 2.125.514.737,00
17.98%
Belanja
Rp 241.996.320,00 Rp 2.132.163.468,00
11.35%
Pembiayaan
Rp 194.498.731,00 Rp 6.648.731,00
2925.35%

APBD 2026 Pendapatan

Hasil Usaha Desa
Rp 3.066.934,00 Rp 19.350.000,00
15.85%
Hasil Aset Desa
Rp 0,00 Rp 252.000.000,00
0%
Dana Desa
Rp 224.073.600,00 Rp 373.456.000,00
60%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 0,00 Rp 95.646.737,00
0%
Alokasi Dana Desa
Rp 142.698.600,00 Rp 335.182.000,00
42.57%
Bantuan Keuangan Provinsi
Rp 0,00 Rp 70.500.000,00
0%
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota
Rp 12.317.000,00 Rp 978.180.000,00
1.26%
Bunga Bank
Rp 0,00 Rp 1.200.000,00
0%

APBD 2026 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa
Rp 188.796.320,00 Rp 602.009.708,00
31.36%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa
Rp 28.000.000,00 Rp 1.271.956.000,00
2.2%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa
Rp 4.400.000,00 Rp 125.800.000,00
3.5%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa
Rp 10.000.000,00 Rp 98.700.000,00
10.13%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa
Rp 10.800.000,00 Rp 33.697.760,00
32.05%