Di balik keseharian masyarakat Desa Tedunan, tersimpan potensi kerajinan yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari identitas lokal. Salah satunya adalah tenun, yang hingga kini masih diproduksi oleh para pengrajin di Desa Tedunan. Namun, keberadaan dan beragamnya produk tenun tersebut belum tentu diketahui oleh masyarakat luas. Produk yang selama ini hadir secara langsung di tengah masyarakat membutuhkan media yang dapat memperkenalkan karya para pengrajin dengan cara yang lebih menarik dan mudah diakses. Melihat potensi tersebut, Tim KKNT 88 Universitas Diponegoro (UNDIP), Winayu Adinda menghadirkan sebuah inovasi berupa katalog produk tenun dalam bentuk digital dan cetak.
Program ini diawali dengan proses dokumentasi produk dari para pengrajin tenun Desa Tedunan. Beragam produk yang mereka hasilkan didokumentasikan melalui fotografi produk secara profesional agar karakter, detail, motif, dan keunikan masing-masing karya dapat terlihat dengan lebih baik. Foto-foto tersebut kemudian tidak hanya disimpan sebagai dokumentasi, tetapi diolah menjadi sebuah katalog digital berbentuk flipbook. Katalog tersebut dirancang layaknya sebuah etalase digital. Setiap halaman menampilkan produk tenun beserta informasi yang membantu pembaca mengenal karya dan pengrajin di baliknya., katalog yang telah dibuat secara digital tidak hanya berhenti di dunia online namun juga dalam versi cetak yang ditempatkan di Balai Desa sebagai media informasi sekaligus etalase bagi karya para pengrajin. Masyarakat maupun tamu yang datang ke Balai Desa dapat melihat secara langsung berbagai produk tenun dan mengetahui bahwa di Desa Tedunan terdapat pengrajin yang menghasilkan beragam karya.Dengan begitu, katalog tidak hanya menjadi media promosi, tetapi juga menjadi dokumentasi visual mengenai salah satu potensi lokal Desa Tedunan.
Setiap pengrajin memiliki karakteristik dan produk yang berbeda. Melalui katalog, perbedaan tersebut dapat ditampilkan secara lebih terstruktur sehingga pembaca dapat melihat kekayaan produk tenun yang dihasilkan oleh masyarakat lokal.Kehadiran katalog juga memberikan kesempatan bagi pengrajin untuk memiliki media pengenalan produk yang lebih profesional. Produk yang sebelumnya hanya dikenal melalui komunikasi langsung kini memiliki ruang khusus untuk ditampilkan dan dikenalkan kepada calon konsumen. Bagi Tim KKNT 88 UNDIP, pembuatan katalog ini bukan sekadar menghasilkan sebuah desain. Lebih dari itu, katalog menjadi salah satu cara untuk membuat potensi yang sudah ada menjadi lebih terlihat. Digitalisasi memungkinkan karya pengrajin untuk dikemas dengan cara yang lebih sesuai dengan perkembangan perilaku masyarakat saat ini. Sementara itu, keberadaan katalog cetak di Balai Desa memastikan informasi mengenai produk tetap dapat diakses secara langsung oleh masyarakat dan pengunjung.
Melalui “Tenun Tedunan dalam Satu Katalog”, karya para pengrajin lokal mendapatkan ruang baru untuk diperkenalkan. Dari hasil karya tangan pengrajin, kemudian diabadikan melalui fotografi, dirancang menjadi katalog digital, dan akhirnya hadir pula dalam bentuk cetak di Balai Desa. Sebuah langkah sederhana, tetapi diharapkan mampu membuat lebih banyak orang mengenal bahwa di Desa Tedunan terdapat pengrajin-pengrajin lokal dengan karya tenun yang layak untuk dilihat, dikenal, dan dikembangkan.Winayu Adinda bersama Tim KKNT 88 UNDIP berharap katalog ini dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkenalkan dan mengangkat potensi kerajinan lokal Desa Tedunan melalui pemanfaatan desain dan media digital. “ Kami ingin produk-produk tenun yang sudah dibuat oleh para pengrajin tidak hanya dikenal oleh masyarakat sekitar, tetapi juga bisa menjadi gambaran bahwa Tedunan memiliki potensi tenun yang cukup besar,” ujar Winayu Adinda, anggota Tim KKNT 88 UNDIP.